Infill building sebagai strategi untuk mendukung keberlanjutan nilai historis Taman Kota Intan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.37631/pendapa.v9i2.2030

Abstract

Bangunan cagar budaya merupakan bangunan arsitektural yang memiliki nilai sejarah terhadap suatu kawasan sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Kawasan yang memiliki cukup banyak bangunan cagar budaya adalah kawasan kota tua. Namun, beberapa area di kawasan kota tua mulai mengalami kerusakan, salah satunya Taman Kota Intan yang merupakan peninggalan sejarah gerbang kota Batavia di masa lalu, yang saat ini hanya tersisa dinding dan beberapa struktur bangunan yang mengancam keberlanjutan kawasan ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder dan hasil observasi lapangan. Analisis difokuskan pada tiga prinsip infill building yang dipilih, yaitu sense of place, kompatibilitas, dan keberagaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip sense of place dapat diwujudkan melalui konservasi dan revitalisasi berbasis nilai historis, keberagaman mendukung fungsi ruang dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat lokal, serta kompatibilitas berperan dalam menjaga keselarasan desain dan struktur antara bangunan lama dan baru. Dengan demikian, infill building yang mempertimbangkan ketiga prinsip tersebut dapat menjadi strategi pelestarian yang relevan terhadap dinamika kawasan bersejarah.

Author Biographies

Maria Immaculata Ririk Winandari, Universitas Trisakti, Jakarta

Dosen tetap Arsitektur Universitas Trisakti, Jakarta

Aqilah, Universitas Trisakti

Department of Architecture

Arief, Universitas Trisakti

Department of Architecture

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles