JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA
https://www.ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/pendapa
<hr /> <table style="height: 189px; width: 100%;" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Journal title</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%">Jurnal Arsitektur Pendapa</td> <td style="height: 189px; width: 20%;" rowspan="9" valign="top" width="20%"><img src="https://ejournal.widyamataram.ac.id/public/site/images/desyayu/cover-upload.jpg" alt="" width="1899" height="2447" /></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Initials</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%">Pendapa</td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Abbreviation</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"> </td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Frequency</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"> <a href="https://ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/pendapa/issue/archive" target="_blank" rel="noopener"><strong>2 issues per year | January-July</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">DOI</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>Prefix 10.37631 by <img style="width: 100px;" src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" alt="" /></strong></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">ISSN</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>Print ISSN:<a href="http://u.lipi.go.id/1568930723">1858-0335</a> || E-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1568930723">2715-5560</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Editor-in-chief</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%">Satrio Hasto Broto Wibowo</td> </tr> <tr style="height: 35px;"> <td style="height: 35px; width: 23.3808%;" width="20%">Publisher</td> <td style="height: 35px; width: 56.6192%;" width="60%">Universitas Widya Mataram</td> </tr> <tr style="height: 35px;"> <td style="height: 35px; width: 23.3808%;" width="20%">Citation Analysis</td> <td style="height: 35px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=SzjUgHoAAAAJ">Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/17612">Garuda</a></strong></td> </tr> </tbody> </table> <hr /> <div align="justify"> </div> <p style="text-align: justify;">Jurnal Arsitektur Pendapa adalah jurnal arsitektur yang dikelola dan diterbitkan oleh Universitas Widya Mataram Yogyakarta. Penerbitan Jurnal akan berlangsung setiap enam bulan sekali yaitu pada bulan Januari dan Juli melalui media cetak dan online. Tujuan penerbitan jurnal untuk mewadahi pemikiran-pemikiran cerdas para akademisi, profesional, peneliti, pemerhati arsitektur terkait dengan hasil-hasil penelitian yang berupa temuan-temuan dan pengembangan ilmu arsitektur. Melalui pemikiran-pemikiran tersebut diharapkan dapat membantu memecahkan masalah-masalah arsitektur yang dihadapi oleh lembaga pemerintah, masyarakat, maupun semua kalangan luas yang terkait dan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan arsitektur.</p>Universitas Widya Mataramen-USJURNAL ARSITEKTUR PENDAPA1858-0335<div id="copyrightNotice"><p>Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal<strong> </strong> right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank">Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0)</a> that allows others to <strong>share</strong> (copy and redistribute the material in any medium or format) and <strong>adapt </strong>(remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)</p><p>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).</p><div class="separator"> <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</div><p> </p><div class="separator"> </div></div>Tipologi ruang rumah magersari nDalem Benawan Yogyakarta
https://www.ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/pendapa/article/view/2034
<p>Dalam tradisi budaya Jawa dikenal adanya <em>magersari</em>, yaitu pola <em>ngindung</em> (menumpang) pada seorang bangsawan ataupun masyarakat yang memiliki tanah cukup luas. Salah satu keberadaan <em>magersari</em> di Yogyakarta adalah di <em>nDalem</em> Benawan. Di <em>ndalem</em> itulah penelitian dilakukan yang berfokus pada tipologi ruang hunian <em>magersari</em>. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengungkap tipologi ruang hunian <em>magersari</em> di <em>nDalem</em> Benawan yang selama ini masih tersembunyi dan belum menjadi ilmu pengetahuan arsitektur. Metode kualitatif deskriptif menjadi alat penting untuk mengungkap tipologi ruang yang ada di hunian <em>magersari</em> <em>nDalem</em> Benawan. Hasil penelitian menemukan adanya tiga tipologi ruang hunian <em>magersari</em> <em>nDalem</em> Benawan, yaitu tipologi linier mengelilingi <em>ndalem</em>, tipologi terorganisir, dan acak. Keseluruhan tipologi ruang tersebut terbentuk oleh adanya hubungan antara penghuni <em>magersari</em> sebagai <em>kawula</em> yang harus memberikan penghormatan kepada pangeran dan pangeran (pemilik <em>ndalem</em>) sebagai junjungan (pemimpin) yang harus dihormati dan dihargai. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi keilmuan arsitektur tentang tipologi ruang pada hunian <em>magersari</em> di <em>nDalem</em> Pangeran Yogyakarta.</p>M. IkbalSatrio HB Wibowo
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-302026-07-30921910.37631/pendapa.v9i2.2034Technopark UMKM Surabaya menyatukan inovasi dan inklusif bagi penyandang difabel
https://www.ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/pendapa/article/view/2246
<p><em>Technopark</em> UMKM merupakan tempat pelatihan dan pengembangan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur inklusif. Berlokasi di Kota Surabaya, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. <em>Technopark</em> diharapkan menjadi pusat inovasi yang tidak hanya mendukung pengembangan teknologi, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan semua lapisan masyarakat. Isu utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat pengangguran dan kurangnya akses bagi penyandang disabilitas dalam lingkungan kerja, yang menciptakan fenomena ketidaksetaraan dalam kesempatan berinovasi. Konsep <em>technopark</em>, menyatukan inovasi dan arsitektur inklusif. Konsep ini menunjukkan keberhasilan implementasi, menekankan pentingnya desain yang ramah bagi semua pengguna dan integrasi antara ruang publik dan privat untuk menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan inovatif. Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 yang mendorong pembangunan 100 <em>Technopark</em> di Indonesia. Metodologi perancangan meliputi analisis kebutuhan pengguna, kebutuhan ruang, inovasi dan pengembangan konsep desain. Menghasilkan rancangan yang fungsional dan estetis, serta mampu menjawab tantangan sosial. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan <em>technopark</em>.</p>Stefanus Prabani Setio
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-302026-07-3092101910.37631/pendapa.v9i2.2246